Ini
adalah materi ertemuan ke tiga empat dan lima, dimana kita membahas tentang
kriptografi, teknik dasar yaitu subtitusi.
1. Kriptografi
Kriptografi
(cryptography) berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua suku kata
yaitu kripto dan graphia. Kripto artinya menyembunyikan, sedangkan graphia
artinya tulisan. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik
matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi, seperti
kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data
.Tetapi tidak semua aspek keamanan informasi dapat diselesaikan dengan
kriptografi. Kriptografi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau seni untuk
menjaga keamanan pesan.
Pada
prinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama yaitu:
·
Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca
·
Ciphertext, yaitu pesan acak yang tidka
dapat dibaca
·
Key, yaitu kunci untuk melakukan teknik
kriptografi
·
Algorithm, yaitu metode untuk melakukan
enkrispi dan dekripsi
Kemudian,
proses yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi 2 proses dasar pada
Kriptografi yaitu:
·
Enkripsi (Encryption)
·
Dekripsi (Decryption)
Kita
bahas satu persatu.
a. Enkripsi
Enkripsi
(Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca
(plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut
adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan
mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga
Additive/Substitution Cipher):
|
Plaintext
|
Ciphertext
|
|
Rumah
|
xasgn
|
|
Motor
|
suzux
|
|
kompor
|
qusvux
|
b. Dekripsi
Dekripsi
merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah
ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima ‘pembalik’ dan key
yang sama. Contoh:
|
Ciphertext
|
Plaintext
|
|
xasgn
|
rumah
|
|
suzux
|
motor
|
|
qusvux
|
kompor
|
Teknik
Dasar Kriptografi Terbagi 5 Jenis, yaitu :
1.
Substitusi
2.
Blocking
3.
Permutasi
4.
Ekspansi
5.
Pemampatan
Disini
pada pertemuan ke 3 dan 4 kita akan membahas tentang subtitusi. Dimana teknik
subtitusi dibagi atas beberapa bagian yaitu : Caesar chipper, vigenere chipper,
beuford chipper.
1. Caesar
Chiper
Ada
dua metode Caesar chipper :
1. Dengan
mod 26 yaitu menggunakan alphabet A-Z tanpa adanya anggka dan tanpa adanya
spasi
2. Dengan
menggunakan mod 256 yaitu dengan menggunakan adanya angka dan adanya spasi
hingga karakter lain.
·
Metode mod 26
Enkripsi
Ru
: C = P + N mod 26
Ket
: C = Chipertext ; P = Plaintext; N = Key
Dimana
A = 0
B = 1
C = 2
.
.
.
Z = 25
Contoh
: P = AYA ; N = 3
Maka
: C1 = (0+3) Mod 26 = 3 à D
C2 = (24+3) Mod 26 = 1 à B
Chipertext
adalah DBD
Dekripsi
RU
: P = (C-N) Mod 26
Ket
: C = Chipertext ; P = Plaintext; N = Key
·
Mod 256
Enkripsi
Sama
metodenya dengan mod 26 hanya saja angkanya berdasarkan table asci.
Ru
: C = P + N mod 256
Ket
: C = Chipertext ; P = Plaintext; N = Key
TABEL
ASCII
Dekripsi
RU
: P = (C-N) Mod 256
Ket
: C = Chipertext ; P = Plaintext; N = Key
2. Vigenere
Chiper
Vigenere
Chiper bukanlah hal yang sulit, karena saat kita menggunakan vigenere chipper kita
tinggal mencari ditabel enkripsi dari sebuah plaintext. Dimana dengan ketentuan
bagian baris adalah plaintext dan bagian kolom adalah kunci dan isinya adalah
chipertexxt atau enkripsi nya
Enkripsi
Tabel
Vigenere Chipere
Contoh
:
Plaintext
: THIS PLAINTEXT
Kunci
: sony sonysonys
Ciphertext : LVVQ HZNGFHRVL
Dekripsi
Jika dekripsi dalam vigenere chipper sama dengan Caesar chipper
tidak dapat langsung di ambil dari table dan juga kita menentukan mod 26 atau
256 berdasarkan plaintext yang ada. Jika hanya alphabet dengan huruf besar
tanpa ada huruf kecil atau karakter lain, kita menggunakan mod 26.
3.
Beauford
Chipere
Enkripsi
Sebuah
cipher Beaufort menggunakan tabel alfabet yang sama dengan cipher Vigenère,
tetapi dengan algoritma yang berbeda. Untuk menyandikan surat Anda menemukan
huruf di baris atas. Kemudian melacak ke bawah sampai Anda menemukan keyletter
tersebut. Kemudian melacak ke kolom paling kiri untuk menemukan huruf
dienkripsi.
Untuk
menguraikan surat, Anda menemukan surat di kolom kiri, melacak ke keyletter dan
kemudian melacak untuk menemukan huruf diuraikan.
Beberapa
orang menemukan ini lebih mudah dilakukan daripada menemukan persimpangan dari
baris dan kolom.
Contoh
: key : A
A B C
D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Key
: A àA
Z Y X W V U T S Q R Q P O N M L K J I H G F E D C B
Dekripsi
Jika dekripsi dalam beauford chipper sama dengan beauford chipper
tidak dapat langsung di ambil dari table dan juga kita menentukan mod 26 atau
256 berdasarkan plaintext yang ada. Jika hanya alphabet dengan huruf besar
tanpa ada huruf kecil atau karakter lain, kita menggunakan mod 26.
·
Varian
Chiper
Enkripsi
Sama dengan vigenere chipper menggunakan
table yang mana baris adalah plaintext dan kolom adalah key. Tapi peulisan
tabelnya beda.
Contoh
: key : A
Maka
:
A B C D E F G H I
J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Key:
AàZ Y X W V U T S R Q P
O M N L K J I H G F E D C B A
Dekripsi
Jika dekripsi dalam varian beauford chipper sama dengan
varian beauford chipper tidak dapat langsung di ambil dari table dan juga kita
menentukan mod 26 atau 256 berdasarkan plaintext yang ada. Jika hanya alphabet dengan
huruf besar tanpa ada huruf kecil atau karakter lain, kita menggunakan mod 26.
·
Auto Vigenere Chiper
Misal
:
Plaintext
: NEGARAREPUBLIKINDONESIA
Key :
PLNPLNPLNPLNPLNPLNPLNPL

Comments
Post a Comment